Gus Dur dan Mbah Sodiq Way Jepara Lampung Berebut Cium Tangan
Semasa hidupnya, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dikenal memiliki
kedekatan dengan banyak orang. Salah satunya dengan KH Ahmad Sodiq,
mursid tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah, pengasuh Pondok Pesantren
Darussalamah Desa Braja Dewa, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur.
Kisah
kedekatan keduanya tergambar ketika bertemu. Masing-masing akan berebut
saling mendahului untuk mencium tangan. Gus Dur mencium tangan Mbah
Sodiq. Demikian juga Mbah Sodiq ingin segera mencium tangan Gus Dur.
Rupanya
kedua tokoh itu menganggap satu sama lain sebagai guru. Gus Dur
memposisikan Mbah Sodiq sebagai gurunya, demikian pula Mbah Sodiq
menganggap Gus Dur adalah guru.
Sekitar empat tahun lalu, pada
saat Mbah Kiai Sodiq berziarah ke makam Gus Dur di Pesantren Tebuireng
Jombang, ada seorang santri yang mengenal sosok Mbah Sodiq dan tahu
kedekatan Mbah Sodiq dengan Gus Dur.
Melihat sosok Mbah Sodiq,
santri tersebut lalu mengejar Mbah Sodiq dan meminta bersalaman. Aksi
santri tersebut lalu diikuti para santri lainnya dan menyebabkan suasana
menjadi riuh. (Kendi Setiawan, tulisan
ini disarikan dari perbincangan penulis dengan H Marsono, Ketua NU Care
LAZISNU Tanggamus; dan H Imam Maruf, Ketua LAZISNU Lampung Timur. Jumat
(3/2) di Pondok Pesantren Global Insani Mandiri, Sukabumi). Sumber, NU Online
