Habib Luthfi: Sapaan Terbaik Bisa Mengangkat Derajat Bangsa
Habib Luthfi mengajak kepada masyarakat Indonesia untuk selalu
menyapa dengan sebutan yang terbaik kepada sesama manusia, lebih lebih
kepada pimpinan atau yang dianggap tua oleh kita. Jangan sembarangan
memanggil seseorang apalagi sampai mencaci maki.
Ajakan
tersebut disampaikan Habib Luthfi saat memberikan Mauidlatul Hasanah
pada peringatan Maulid Nabi dan Khaul ke 28 Kiai Anwar bin Kiai Munawar
Desa Kaligangsa Kulon, Brebes, Rabu (1/2) malam.
Kata
Habib, panggilan mampu mengangkat kedudukan dan jabatan. Bila tidak
bisa menghargai seseorang maka yang timbul tuntunan jadi tontonan,
akibat tidak saling menghargai kewibawaan akan surut dan keamanan akan
terganggu. “Kalau kita saling ejek, tidak menghargai maka pihak lain
akan memandang rendah para pemimpin kita, bangsa kita, aparat kita,”
terangnya.
Pengunjung, kata Habib, termasuk
telah dakwah menegakan kewibawaan karena takdim kita pada kiai.
“Mendengarkan dan melaksanakan pitutur Kiai akan turut meningkatkan
kewibawaan ulama, menjaga Islam, menjaga ulama,” tegasnya.
Di
jalan raya pun, lanjutnya, harus menghargai pengguna jalan lainnya.
Menghargai aparat polisi yang sudah bersusah payah mengatur lalu lintas.
“Jangan karena oknum kita caci maki institusi,” ucapnya.
Dengan
saling menghargai, pesan Habib, maka keakraban timbul menjadi perekat.
Allah SWT saja memanggil umat Islam dengan sebutan Ya Ayuhaladina amanu
(hai orang orang yang beriman). Betapa mulianya panggilan Allah agar
tidak mengabaikan perintah-perintahnya. “Janganlah kotori panggilan
Allah yang mulia, jangan jadi provokator, memecah belah,” ajaknya.
Habib
mengingatkan untuk terus waspada dengan berbagai panggilan provokatif
yang seolah seolah antara ulama yang satu dengan yang lain saling
berbenturan. Melunturkan tokoh, memisahkan ulama dengan umat.
Plt
Bupati Brebes Budi Wibowo dalam sambutannya sangat bangga dengan
pengajian Maulid dipenuhi generasi muda. Yang biasanya dia melihat
pengajian dipenuhi para ibu dan orang tua, kali ini dipenuhi anak-anak
muda, walaupun diiringi gerimis dan sesekali hujan mengguyur bumi.
Dalam
kesempatan Budi wanti wanti untuk tidak mengkonsumsi Narkoba. Juga
jangan mudah terprovokasi oleh kelompok pengadu domba lewat omongan
maupun media sosial. “Bila kita temui hal hal yang irasional, laporkan
kepada yang berwajib,” pesan Budi.
Senada,
Dandim 0713 Brebes Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono mengajak kepada
pengunjung untuk menjalankan ibadah. Dengan ibadah yang rajin akan
meningkatan kerukunan, kedamaian. tidak mudah diadu domba.
Sebagai
generasi penerus bangsa, Dandim mengajak para pemuda untuk menimba ilmu
dengan sebaik baiknya dan semaksimal mungkin. Sebab tantangan kedepan
dalam meraih kesempatan dan cita-cita semakin tidak ringan. (NU Online)
