Pesan Gus Mus untuk Umat Islam Peserta Aksi 112
Kegiatan doa bersama oleh umat Islam dalam aksi 112 di Masjid
Istiqlal Jakarta, Sabtu (11/2) dipandang KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus
Mus) sangatlah baik asal tidak ditunggangi oleh kepentingan politik
praktis dan kepentingan politik sesaat.
"Kalau memang doa bersama, ya berdoalah. Doakan bangsa dan negara, jangan mau usai berdoa disuruh ke sana-ke sini, nyerang sana-sini,” kata Gus Mus di Rembang, Jawa Tengah, Jumat (10/2) seperti dilansir CNN Indonesia.
Gus
Mus menuntut umat Islam harus cerdas dalam berpikir maupun bertindak di
tengah kondisi bangsa yang mudah tersulut perpecahan karena dipicu oleh
kepentingan politik sesaat.
Pengasuh Pondok
Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang itu menanggapi aksi tersebut
karena peserta tidak hanya dari ibu kota, tetapi juga dari luar daerah.
Sehingga menurutnya, substansi setiap aksi harus dipahami betul oleh
umat Islam agar nalar dan naluri kecerdasan tetap terjaga.
"Ya
harus cerdas. Sekarang gimana, sudah jauh-jauh datang ke Jakarta ikut
demo, saat ditanyai ternyata tidak paham dengan kasus penistaan agama
itu apa. Tahunya hanya sepenggal, si itu menghina agama Islam dan harus
bertanggung jawab,” terang Gus Mus dalam lansiran yang sama.
Sesuai
kesepakatan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kapolda Metro
Jaya Irjen M. Iriawan, peserta aksi hanya berkonsentrasi di Masjid
Istiqlal.
Sejak malam hingga Sabtu (11/2) dini
hari, peserta aksi sudah mulai aktif dengan melaksanakan shalat tahajud
berjamaah, kemudian shalat shubuh, dan melaksanakan dzikir bersama
salah satu pimpinan aksi. (NU Online)
