KH. Munawir : "Hancurnya Masjid, Hancurnya Indonesia"
Pringsewu, Sebagai rumah Allah, masjid memiliki peran strategis dalam mensyiarkan dan mendakwahkan Islam. Demikian ditegaskan Ketua Lembaga Bahtsul Masail NU Lampung KH Munawir, Ahad (26/3).
"Dakwahlah yang menghantarkan agama Islam sampai dengan saat ini," katanya.
Pentingnya masjid untuk dijadikan pusat dakwah, menurut kiai muda yang
Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini karena masjid merupakan
tempat dan bangunan pertama yang dibangun Allah SWT di muka bumi.
"Masjid merupakan tempat membangun peradaban dan rumah Allah dimana
Nabi melakukan miraj pun dimulai dari masjid," katanya saat memberikan
materi Dakwah dan Pelaksanaannya pada Bimbingan Teknis Pengurus PHBI
Kabupaten Pringsewu di Gedung NU. Ia berharap pengurus dari
sekitar 1 juta masjid di Indonesia, berdasarkan data Kementerian Agama,
melakukan strategi dakwah untuk merevitalisasi peran masjid saat ini.
Strategi yang dapat ditempuh di antaranya menjadikan masjid sebagai
tempat gerakan, pemeliharaan aqidah ummat Islam Ahlussunnah wal Jamaah
(aqidah, syariah, akhlak) sesuai dengan sunah Rasulullah, para sahabat,
tabi'in dan para ulama salafussalihin.
"Kita juga harus
menjadikan masjid sebagai tempat gerakan peningkatan sumber daya manusia
jamaah masjid dan putra-putrinya di bidang keilmuan dan keterampilan
dengan gerakan pemberdayaan ekonomi umat," tandasnya.
Selain itu,
ia mengajak kepada umat Islam, khususnya pengurus masjid, untuk
menjadikan masjid sebagai pusat gerakan dakwah mengajak dan menyadarkan
orang Islam yang belum menjalankan syariat Islam sebagai tempat kembali
bagi orang-orang yang ingin kembali kepada Allah.
Ia juga
mengingatkan bahwa saat ini masjid sudah mulai dijadikan tempat bagi
Aliran radikal dalam mengembangkan ajarannya khususnya kepada para
pemuda, pelajar dan mahasiswa.
"Di pojok-pojok masjid kampus saat
ini banyak anak-anak muda melakukan kajian keislaman tekstual, namun
setelah pulang mereka berani menyalahkan amaliah orang tua mereka,"
katanya.
Oleh karenanya, ia mengajak kepada seluruh pengurus
masjid untuk senantiasa merawat dan menjaga masjid dari gerakan-gerakan
yang pada ujungnya dapat memecah belah Indonesia. "Hancurnya Masjid,
Hancurnya Indonesia," pungkasnya. (Muhammad Faizin)
